Mari Memilih Untuk Ber-Asuransi

Asuransi jiwa. hemmm...penting juga.

Penderitaan yang tak perlu dapat disingkirkan dengan memastikan, asuransi tersedia secara luas (Daniel Akaka)

Beberapa masalah

Digitalisasi informasi dan kebutuhan komunikasi mobile dengan rupa-rupa gadget melalui jaringan internet menjadikan sebagaian besar masyarakat Indonesia semakin kurang peka dengan kondisi lingkungan eksternal yang terkadang menyulitkan dan membahayakan. Padahal tidak murah biaya ketika kita harus berhadapan dengan situasi-situasi yang sulit dalam kehidupan, misalnya, kematian, kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya.

Untung tak selamanya dapat diraih dan malang tak dapat ditolak. Begitu kata pepatah lama. Ketidakpastian datangnya musibah dan perkiraan kesusahan-kesusahan lainnya merupakan faktor penting yang harus senantiasa diperhitungkan. Seperti sisi mata uang, misalnya, kecelakaan lalu lintas yang timbul akan menimbulkan potensi cacat tubuh -bahkan kematian- di satu sisi, dan potensi kerusakan kendaraan pada sisi lain.

Oleh karenanya, mengasuransikan jiwa seharusnya menjadi lazim dilakukan masyarakat. Dengan asuransi jiwa, setidaknya masyarakat dapat terhindar dari pontensi kemiskinan lanjutan atas musibah yang sebelumnya telah menimpa. Pasalnya asuransi akan menanggung kerugian yang kita alami. Sebagian atau seluruh premi yang telah kita bayarkan, tergantung perjanjian dengan perusahaan asuransi. Sekali lagi ini masalah biaya pertanggungan.

Nah, lain halnya ketika kita ditawarkan untuk menjadi nasabah pada perusahaan asuransi, maka respon balik berpikir dahulu ataupun menolak sudah menjadi jawaban yang jamak untuk kita saksikan. Kita tidak akan menyalahkan atau memaksa karena pada dasarnya semua orang memiliki hak untuk memilih berasuransi atau tidak.

Namun jika ditelisik lebih jauh, problem utama yang menjadi tameng kuat sebagian besar masyarakat yakni ketidaktahuan tentang hakikat dari asuransi yang masih simpang siur, dilema syariah dan non-syariah (konvensional), beberapa kasus penyelewengan dana premi, dan masih banyak lagi. Asuransi sendiri pada dasarnya bersifat proteksi yang mana transaksi (akad) yang terjadi di dalamnya adalah tolong menolong (takaful).  Intinya, pihak asuransi sebenarnya kurang memberikan penyadaran dan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya mengansuransikan jiwa mereka.

Sedikit penjelasan

Kenyataan menujukkan demikian halnya. Penetrasi asuransi jiwa baru mencapai 13,9 persen (Kompas, 16 April 2011). Penduduk Indonesia yang mencapai total 237 juta jiwa -berdasarkan hasil sensus 2010-, diperkirakan baru sekitar 38 juta jiwa yang terlindungi asuransi. Hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas pada 11-12 Juni 2011 menunjukkan bahwa rendahnya penetrasi asuransi disebabkan banyak hal, antara lain belum optimalnya kalangan industri asuransi mengedukasi masyarakat.

Segementasi pasar asuransi yang didominasi oleh anak-anak dan usia produktif sudah sangat jelas. Oleh karenanya, peran tenaga-tenaga pemasaran atau agen asuransi yang andal sangat diperlukan untuk memberikan penjelasan kepada pasar masyarakat potensi asuransi yang lain agar dapat bergabung dengan perusahaan yang memberikan ‘ketenangan jiwa’ tersebut.

Perkiraan Solusi

Kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) maupun sosialisasi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi perlu lebih ditingkatkan lagi agar masyarakat Indonesia semakin paham akan pentingnya berasuransi. Hal ini akan berimplikasi kepada terjadinya diseminasi informasi dalam rangka menumbuhkan enthusiasm dan spirit hidup ‘aman dan nyaman’ dalam masyarakat.

Beberapa kegiatan CSR yang mesti difokuskan adalah mendukung  kelangsungan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta peningkatan kapasitas anak-anak sedini mungkin dengan program edutainment. Pun dengan generasi muda Indonesia, presentasi pihak asuransi jiwa dalam acara workshop atau seminar dirasa sangat penting dan mendesak mengingat dinamika hidup yang kian sulit jika tidak ada perlindungan terhadap jiwa mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s