Suka Duka Terlahir di Tahun Kabisat

Posted: March 9, 2012 in Rewriting

Film Leap Year: Amy Adams (Anna) berencana melamar Matthew Goode (Declan) Pada 29 Februari

Tulisan ini saya ambil dari Harian Kompas cetak tertanggal 1 Maret 2012.

Akibat saya yang kurang kerjaan, tulisan ini saya ketik ulang di notebook, kemudian saya posting hari ini.

Menariknya, tanggal 29 Februari cuma ada empat tahun sekali. Lazim disebut dengan tahun kabisat (Leap Year). hehe, semua orang juga pada tahu.

Selamat membaca, semoga menambah sedikit ilmu untuk Anda.

****

Menjadi seorang yang lahir di tahun kabisat, atau lebih spesifik lagi tanggal 29 Februari, boleh jadi bisa sangat menyenangkan. Hal itu karena di atas kertas setiap orang yang lahir di tanggal itu bisa tercatat jauh lebih muda dari usia sebenarnya.

Sebut saja Mary Ann Brown, yang lahir pada 29 Februari 1932. Jika mengacu pada penanggalan normal, dengan perhitungan 365 hari per tahun, Brown seharusnya sudah berusia 80 tahun. “Tahun ini saya merayakan hari lahir ke-20. Padahal usia saya sebenarnya sudah 80 tahun.” Ujar Brown.

Brown sebenaranya adalah penggagas perayaan Festival Tahun Kabisat, yang biasa diperingati di Kota Anthony, perbatasan New Mexico dan Texas, sejak tahun 1988.

Tanggal 29 Februari biasanya Cuma muncul setiap empat tahun sekali. Terkecuali di tahun-tahun yang dua digit angka terakhirnya terdiri dari dua angka nol, seperti tahun 1900 dan tahun 2100.

Dari situ persoalan muncul. Mereka yang kebetulan hidup melalui tahun seperti itu bisa dipastikan bakal kehilangan kesempatan berulang tahun “empat tahunan”-nya tadi. Mengingat tahun 2100 tidak ada tanggal 29 Februari, maka setiap orang yang lahir di tahun kabisat dan berulang tahun terakhir pada 2096 baru akan kembali merayakan ulang tahunnya di tahun 2104, atau delapan tahun kemudian.

“Waktu delapan tahun pastinya sangat panjang bagi siapa saja untuk tidak merayakan ulang tahunnya sendiri,” tulis Peter Brouwer dalam surat elektroniknya, yang dihiasi ilustrasi emoticon wajah sedih.

Brouwer bersama Raenell Down mendirikan klub online bagi mereka yang lahir pada tanggal 29 Februari. The Honor Society of Leap Year Day Babies, di tahun 1997. Saat ini klub tersebut beranggotakan 9.000 orang di seluruh dunia.

Namun, persoalan yang dihadapi mereka ternyata belum habis. Sistem dan mensyarakat kerap “mendiskriminasi” mereka yang lahir pada tanggal 29 Februari. Menurut Brouwer, pihak-pihak yang menyangkal keberadaan tanggal 29 Februari menyebut tanggal itu tidak sah atau cacat.

“Sebuah perusahaan asuransi memaksa saya mencantumkan tanggal 1 Maret sebagai tanggal lahir hanya karena sistem komputer mereka menolak dan tidak mengenal tanggal 29 Februari,” keluh Brouwer.

Kondisi serupa bahkan terjadi pada system perusahaan internet raksasa macam Google, yang tidak memungkinkan para penggunanya meng-update tanggal kelahiran mereka menjadi 29 Februari.

Dalam kasus lain, juru bicara perusahaan program computer raksasa dunia Microsoft mengaku belum memperbaiki program Microsoft Excel mereka yang sangat terkenal terkait persoalan tadi. Mereka khawatir upaya perbaikan malah hanya akan berdampak sangat besar kepada pelanggan mereka.

Lebih sial lagi, dengan sistem komputer macam itu praktis setiap orang bekerja tanpa dibayar pada tanggal 29 Februari. Sistem komputer terkait penggajian yang dipakai dipastikan tidak mengenal penanggalan itu.

Sumber gambar: greecko.files.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s