Unhas Yang Kukenal: Rekognisi dan Ambisi

Danau UNHAS Dalam Infra Red: Indah!

Universitas Hasanuddin, Makassar. Jika kawan datang ke kota ini melalui jalur udara, maka akan kelihatan  lanskap  kampus ini dari balik kaca kendaraan pete’-pete’ yang akan mengantarkan kawan ke pusat kota. Mula-mula, ada pintu dua kampus di sisi kanan jalan yang langsung menyuguhkan Rumah Sakit Pendidikan Unhas DR. Wahidin Sudirohusodo. Belakangan, di bangun pula Pusat Kesehatan terbesar di Indonesia Timur yang berbasis world class. Juga dikelola oleh Universitas Hasanuddin.

Sejurus kemudian, tidak berapa lama lagi, kawan akan melalui pintu satu Unhas yang megah. Unhas, sebagaimana nama Hasanuddin –dari nama Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin- yang menyertainya, memiliki lambang dasar Ayam Jantan. Sultan Hasanuddin memiliki julukan “Ayam Jantan dari Timur” yang diperoleh dari Pemerintah Kolonial Belanda. Lambang itu berdiri gagah sekaligus angkuh.

Sebuah identitas pengenal nama kampus terbentuk dengan anggun bertulisan “UNIVERSITAS HASANUDDIN” dengan warna latar yang didominasi merah. Backlight tulisan tersebut di kala malam menambah nuansa berani dan tak gentarnya kampus para intelek dari Timur Indonesia ini menghadapi mondialisasi (baca: globalisasi) zaman.

Jika tidak ada halangan berarti, kawan! Datangi dan jelajahilah kampus terbesar di Indonesia Timur ini. Saya yakin banyak hal yang akan kalian peroleh dengan melintasi seluruh fakultas, lorong-lorong, koridor, pusat kegiatan mahasiswa, auditorium, utamanya perpustakaan. Bila dibandingkan dengan universitas lain di Indonesia yang berbasis keilmuan, Unhas memiliki potensi sumber daya manusia yang luar biasa.

Alumni: Rekognisi

Karakter ulet, jujur, pekerja keras, dan pantang menyerah yang orang Sulawesi Selatan yang jamak dikenal seantero Indonesia menjadikan para alumninya disegani berbagai kalangan. Di mana pun mereka bekerja dan berkontribusi untuk bangsa. Kawan! Terakhir yang terdengar adalah salah satu Dosen Tetap Unhas menjadi anggota Dewan Riset Nasional. Suatu amanah bangsa yang memang pantas diberikan kepada civitas akademik di Unhas. Lembaga ini bertugas membantu kementerian Riset dan Teknologi dalam perencenaan skala prioritas riset di Indonesia.

Alumni Universitas Hasanuddin sebagian besar memiliki sikap loyal dan integritas -tanpa meninggalkan profesionalitas- terhadap almamater. Mereka mempunyai kontribusi kinerja yang baik di lembaga-lembaga negara seperti Kementerian, Lembaga Peradilan -yudikatif- seperti MA (Mahkamah Agung), MK Mahkamah Konstitusi, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia), KIN (Komite Inovasi Nasional), Puspiptek, dan masih banyak lagi lainnya.

Saya pernah berkesempatan berbincang dengan Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang juga Wakil Ketua Badan Standar Nasional Indonesia (BSNI), Prof. Dr. Ir. Syamsir Abduh di Makassar akhir tahun lalu: beliau, alumni Universitas Hasanuddin. Sungguh pertemuan yang membuat saya terkesan. Banyak contoh dan pemisalan baik dari Unhas yang kawan bisa petik. Tidak terkecuali Rektor Unhas, Prof. Dr. Idrus Paturusi. Beliau menjabat sebagai Ketua Majelis Rektor Indonesia.

Peningkatan kapasitas tenaga pengajar selalu dilakukan Unhas dalam menjamin atmosfer akademik terutama dalam rangka peningkatan kualitas perkuliahan tata muka di kelas maupun di laboratorium.

Visi Maritim (Ambisi)

Kawan! Kupikir Unhas tidak melupakan gejolak muda dan peran  mahasiswanya sebagai kontrol sosial dalam kehidupan berbanngsa dan bernegara. Ini yang menjadikan Unhas begitu hebat di luar. Mahasiswa begitu mudahnya melakukan dan mengagendakan kegiatan yang kadang berskala nasional.

Tembok pintu satu Unhas selalu dipenuhi dengan baliho dan poster kegiatan-kegiatan kemahasiswaan yang bernafaskan akademik, perluasan jaringan, dan keterampilan manajerial organisasi. Kawan! Tembok itu tidak akan pernah kosong melompong ditinggal agenda mahasiswa. Sebab disitulah letak dinamika mahasiswa dalam rangka menghidupkan nafas perubahan.

Mungkin birokrasi universitas sangat mengerti dengan hal ini. Kawan! Tidakkah kau ingat acara PIMNAS (Pekan Ilmiah Nasional) XXIV medio 2011 lalu? Acara itu begitu megah dengan dua ribu-an mahasiswa yang datang dari pelbagai kampus yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka terlihat di setiap sudut kampus Unhas. Menikamati Unhas yang sebentar lagi akan tumbuh dengan visi MARITIM (Manusiawi, Arif, Integritas, Tangguh, Iniovatif, Mandiri). Ini ambisi. Ini yang menjadikan Unhas menarik di Makassar dan di luar sana.

foto:  deedztography.blogspot.com

Advertisements

10 thoughts on “Unhas Yang Kukenal: Rekognisi dan Ambisi

    1. hehe…itu tulisan yang saya di “paksa” buat, kanda. abal-abal.

      kak, saya jalan2 unhas sepekan lalu. kalender kemahasiswaan (ex – banner) yang sama persis juga di buat unhas. tersebar di setiap fakultas. ukurannya lebih besar, dan tidak ada yang lowong. banyak sekali kegiatan yang mereka tau. januari sampai desember 2012. saya sampai tidak sempat catat. Ampuhnya: birokrasi mengawal dengan baik setiap agenda tersebut. dikompetisikan pada tiap Fakultas.

      unm juga bisa: tapi apakah mereka mau dan mengerti “mahasiswa”? Unismuh bertolak ke Srilanka, Unhas bertolak ke Harvard. UNM: sekali lagi, waktu. l’ esprit de corps…

      Like

    1. iye, dua-duanya kanda. tulisan yang kita’ komentari dan tulisan di atas “Bergabung di Identitas: Sebuah Argumen dan Apologi”. hehe… hampir tiga pekan silam lalu, saya ikut diklat jurnalistik PK (Penerbitan Kampus) Identitas -profesinya unhas- kanda. sekarang, rencana mau magang untuk jadi reporter. dua tulisan yang saya buat itu syarat untuk jadi peserta magang. entah, apa yang merasuki saya waktu itu. Acaranya besar, skala nasional. universitas tadulako, universitas trunojoyo, bahkan perwakilan majalah KODAM VII Wirabuana hadir serta. Nggak ada yang tau kecuali abang Erwin dan kita’ yang sering “melirik” blog sepi ku, kanda.. hahah….

      jangan diseminasi kanda. hehehe…biar waktu yang akan menjawab. saya bisa atau tidak survive di lapangan.

      Like

      1. wahh, dari cara menulis memang iyya..cuma tdak kusangka. tp mantap!!! ente memang punya minat jd journalist sisa dpompa dgn kebiasaan dan pengalaman.
        journalist bisa memegang masa depan!! tp pers sy mash buram melihatnya. seperti ada arah yg tidak sy pahami menuju pragmatis, itu dr bnyak yg sy dengar.
        ente istiqomah aja menelusuri jalan journalist. sepertinya dunia akan sepi tanpa journalist!!
        GREAT…ini salah satu langkah menjadi manusia bermanfaat!

        Like

    1. hehe…tidak seperti kayak yang dibayangkan kanda. saya ketemu dengan hampir semua kru indentitas di sini. dan beberapa kawan-kawan alumni diklat kemarin. seleksi alam darwin mungkin menjadi hal lumrah nantinya.

      became a journalist: haha…berat juga kalo saya liat. kebenaran, itu yang menjadi kode etik pertama. opini saya selalu muncul dalam tulisan. ini yang menjadikan saya stress belajar tulis berita.

      haha….

      pers dan jurnalis: samaji kanda. pers menurut Dewan Pers Nasional adalah semua orang yang menghasilan produk jurnalistik. tapi, kalo AJI: produk jurnalistik tidak termasuk infotainment. junalis media online juga pers. meskipun mereka tidak punya kartu pers. hehe…masih nggaak terlalu saya mengerti juga.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s