Strategi Untuk Jakarta!

Posted: August 25, 2012 in Lomba Blog, Opini
Tags:

Salah Satu Perwajahan Kota Jakarta. Sangat menarik…

Sebagaimana perumpaan di sebuah harian, bahwa kota Jakarta adalah gula yang selalu akan dikerubungi oleh semut. Jakarta memang memiliki pesona dan daya tarik yang luar biasa sebagai Ibu Kota Negara Indonesia.

Tapi, masih seperti itulah Jakarta. Masih harus terus berbenah menjadi kota yang ramah dan nyaman. Unsur kepemiminan yang mumpuni dan handal mutlak diperlukan dalam mengarahkan dan mengerahkan potensi Ibu Kota Jakarta.

Kepemimpinan yang baik, jelas akan meninggalkan buah pembangunan yang baik. Akan tetapi, akhir-akhir ini, polemik dan kisruh segera saja mewarnai penantian putaran kedua Pemilu-Kada Jakarta (Lihat: Darimana Isu SARA dan Pilkada di Pengeroyokan Jelambar) yang akan digelar 20 September mendatang. Ini jelas meresahkan.

Sentimen negatif yang muncul dari kekisruhan tersebut, otomatis akan cepat muai ketika sebuah berita yang belum jelas, langsung berkobar bak api yang menjalar ke mana-mana (Lihat: Sentimen Negatif Foke-Nara). Padahal, diketahui tidak ada hubungannya sama sekali.

Amplifikasi Media Sosial

Masyarakat telah pandai dan tidak abai lagi melihat situasi yang sedemikian berkembang. Apalagi media sosial dan media blog mampu meng-amplifikasi berita-berita yang dikirim oleh warga ke dunia nyata.

Di- posting, di-mention, di-update, di-reblog, di-retweet, di-like, di-follow, di-comment, lalu di-share dan semua aktivitas merespon balik yang ada dalam dunia virtual media sosial. Apalagi yang tidak diketahui oleh warga saat ini?

Negara dengan 19 juta akun twitter yang aktif ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brazil. Sebuah kondisi gigantisme networker yang mampu menghasilkan 1,5 juta tweet per hari (1)

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh PoliticaWave, kategori ‘Most Mention User’ yang diperoleh pasangan Foke-Nara 2690 jumlah mention. Sedangkan Jokowi-Ahok menyusul dengan 8023  jumlah mention. Unggul tiga kali lipat lebih besar. Selisih yang bisa berarti begitu besar dan bisa pula bermakna tidak seberapa besar (2)

Strategi dan Siasat?

Apa yang kita lihat bahwa, kepopuleran di dunia nyata tidak mesti berbanding lurus dengan populer di media sosial (Lihat: Foke Ubah Gaya Kampanye). Foke maupun Jokowi, adalah orang yang sama populernya di dunia nyata. Ternyata, media sosial dapat menjadi ajang untuk saling bersaing secara sehat, dan elegan.

PoliticaWave sebagai medium yang tepat dalam rangka menyusun strategi kampanye ke depan. Yang dihasilkan dari konsultan adalah sebuah strategi. Pola pikir politik strategi beda dengan politik siasat.

Pada level tertentu, bersiasat mengandung arti pengkhianatan terhadap kebenaran atau bermuslihat (3)
Memaanfaatkan media sosial adalah salah satu politik strategi. Sebab tentunya, kita tidak ingin mereka ‘bersiasat.’

Referensi:

1. Enda Nasution. Tentang Internet, Media Sosial, dan Demokratisasi di Indonesia
2. PoliticaWave. Jakarta Governor Election 2012 ‘Social Media Monitoring 11-17 Juni 2012’
3. Rhenald Kasali. Bersiasat. Opini Kompas Rabu 22 Agustus 2012

Advertisements
Comments
  1. […] Nama : Mujahid Zulfadli Aulia Rahman URL : Strategi Untuk Jakarta! Twitter : […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s