Roma: Kombinasi Apik Tradisi dan Nutrisi

Posted: December 3, 2013 in Lomba Blog, Reportase
Tags: , , ,

“Kita tidak sedang membicarakan Roma, kita bicara makanan yang berkualitas”

Hari Rabu pekan silam, Mayora hadir di Makassar. Hotel Imperial Aryaduta menjadi tempat pilihan mereka membawa misi: menghantar kebaikan dan kebahagiaan. Mungkin karena jaraknya yang hanya sepelemparan batu dari Pantai Losari yang terkenal itu. Tempat sebagian warga menghabiskan waktu di akhir pekan. Sekaligus magnet bagi orang-orang yang sedang bepergiaan ke Makassar. Diharapkan kebahagiaan bisa muncul dari situ.

Kehadiran ini tentu bukan tanpa alasan. Roma akan meluncurkan logo terbarunya dengan tagline “Serving Goodness and Happiness”. Acaranya bertajuk Media Gathering Kampanye Roma. Diadakan khusus bagi para awak media cetak, radio, dan online, berserta para komunitas blogger undangan yang tersebar di Makassar. Untuk hal ini, saya sangat berterima kasih kepada Ibu Susan Bunawan yang telah mengundang kami dari “Komunitas Daeng Blogger” untuk turut serta dalam kegiatan tersebut.

Meskipun pagi itu hujan turun dengan deras, tak surut langkah-langkah insan-insan media tersebut untuk datang berpagi-pagi di hari yang berhujan. Begitu kami masuk ke hall, suasana mulai agak menghangat.  Mata dimanjakan dengan aneka produk dari Roma dan Mayora. Ada hidangan panas, yang dingin juga tersedia. Lidah dimanjakan dengan dipersilahkannya kami menikmati beragam sajian tersebut.

logo-roma-brand-produk

Sebelum duduk, rugi rasanya jika tidak mencoba mencecap sajian memikat nan gratis itu. Saya memulai dengan sebotol teh pucuk harum dan biskuit Sari Gandum Coklat. Sebagaimana tradisi orang-orang di Makasar, teh dan biksuit adalah pasangan serasi yang tidak mengenal jenis musim. Jadinya, saya merasa seperti sedang bersantai di rumah atau berkunjung ke rumah teman dan kerabat.

Sebelum acara dimulai, perbincangan yang terjadi sungguh akrab. Hampir semua awak media saling mengenal satu sama lain. Suasananya pun berlangsung hangat dan meriah. Komitmen Roma untuk saling membawa kebahagiaan kepada siapa saja, sedang dimulai di sini.

Pagi itu ada tiga pembicara yang hadir. Ibu Nur Anti selaku Kepala Bidang Kualitas Hidup Perlindungan Perempuan dan Anak, Badan Pemberdayaan Perempuan mewakili pemerintah provinsi Sulawesi Selatan. Nah, ada Indy Barends, ambassador dari Roma. Dan terakhir, Pak Ricky Afrianto sebagai Manager Marketing dari Mayora Group.

Komitmen “Serving Goodness and Happiness

Sebagai informasi awal, Roma merupakan produsen makanan ringan (cemilan) asli Indonesia yang sudah beroperasi sejak 1948 silam. Hal ini berarti telah 65 tahun melayani dan mendapatkan kepercayaan dari konsumen dalam negeri. Bahkan hingga hari ini, Roma sudah hadir di lebih dari 80 negara di dunia.

Sejumlah 14 pabrik terdapat di Indonesia, 2 di luar negeri masing-masing di India dan Thailand. Ada yang tidak bisa kita pungkiri. Roma berhasil membangun komitmen kuat kepada para pekerja dan staff untuk terus bekerja, berinovasi, berkarya yang terbaik, demi tradisi dan nutrisi.

Menurut Ibu Anti, ada kesesuaian antara program kebijakan pemerintah provinsi SulSel dan kebijakan penyerapan anggaran CSR (Corporate Social Responsibility) dari pihak Roma dan Mayora. Misalnya, masalah jajanan di sekolah yang belum sesuai dengan standar kesehatan anak.

Rencananya pemerintah provinsi yang didukung oleh Roma (sedang dipikirkan dan direncanakan) akan membangun dan menciptakan kawasan ‘Sekolah Ramah Anak’ di kantin sekolah. Produk-produknya merupakan hasil suplai dari cemilan sehat ala Roma dan Mayora. Termasuk juga, Roma berencana membuat satu paket dengan dibuatnya Zona Aman dan Zona Bermain di lingkungan sekolah.

logo-roma-brand-atribut

Tradisi dan Nutrisi

Ada satu hal baik yang digarisbawahi oleh Roma di Makassar. Yaitu tradisi dan budaya yang tidak membolehkan seorang pulang bertamu tanpa minum terlebih dahulu (teh maupun kopi) yang biasanya diselingi pendamping setia  (kue-kue dan biskuit). Biasanya, jika si tamu terburu-buru, tuan rumah pasti akan meminta maaf. Kadang dengan setulus-tulusnya si tuan rumah berkata, “minta maafka paleng, duduk kering maki’ ini dirumahku”.

Sebenarnya, begitu pulalah kebiasaan masyarakat kita di Indonesia pada umumnya. Jamuan adalah hal yang sakral jika kita berkunjung. Dalam jamuan, kita saling mendiskusikan hal yang akrab dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tradisi komunal bangsa Indonesia tersebut telah berjalan sejak lama, sehingga tercipta hubungan yang saling menguatkan dan mendekatkan kita dengan masyarakat yang lain. Makanya, cemilan dan penganan yang disediakan pada saat bertamu, biasanya hasil buatan tangan sendiri atau produk biskuit yang baik dan sehat. Roma adalah pilihan yang tepat.

Oleh karenanya, berkat kepercayaan yang kuat dari masyarakat, produk Roma menjadi produk pangan cemilan andalan keluarga Indonesia. Khususnya untuk sajian di ruang paling intim: ruang keluarga. Frekuensinya muncul di tengah-tengah keluarga merupakan saat-saat yang paling dinanti.

Dengan motto “Serving Goodness and Happiness”, peraih “Best Manufacturer of Halal Products” dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) ini hendaknya memikirkan betul “luar” dan “dalam”-nya sebuah hasil produk. Unsur dalamannya, telah dijamin Roma mementingkan Gizi dan Nutrisi. Bahan baku produk Roma hanya menggunakan gandum dengan 5 kriteria kualitas. Proses pembuatannya didukung oleh mesin bertangan robotic yang akan menjamin setiap biskuit Roma higienis dan aman dari 39.000 jenis bakteri yang ada di tangan manusia. Lantas kemudian, dimantangkan oleh tangan dingin ahli gizi dan nutrisi handal yang telah bekerja selama lebih dari 20 tahun.

Sedangkan unsur luarnya, Roma merencakanan menulis dan menyisipkan pesan, quotes, atau ajakan-ajakan dalam kemasannya (plastik dan kalengan) sebagai kampanye untuk hidup yang lebih baik dan lebih sehat kepada seluruh keluarga Indonesia. Inginnya kita semua, sebelum kemasannya dihempaskan ke tempat sampah, ada pelajaran yang bisa dipetik.

Karena Indy Adalah Seorang Ibu

Salah satu pertanyaan menarik dalam media gathering pagi itu ialah mengapa Indy Barends dipilih menjadi ambassador dari produk-produk Roma? “ya, mungkin karena saya seorang Ibu” jawab Indy ringkas.

Ricky Afrianto menambahkan, “bukan cuma karena itu, Indy adalah Ibu yang sangat perhatian dengan macam suplai cemilan yang harus dikonsumsi oleh keluarganya.” Sejatinya ibu memiliki peran sangat vital. Sebagai seorang yang sering melakukan marketing research, kata Ricky, “sebanyak tidak kurang dari 80 persen konsumsi keluarga, ditentukan di tangan seorang ibu.”

Presentasi yang disampaikan pak Ricky juga tidak kalah menarik. Selain menjelaskan filosofi dari logo baru Roma, beliau menyampaikan tiga megatrends dalam pola konsumsi masyarakat pada umumnya. Pertama convinience, healthy, dan looking good. Bagaimanapun hidup sehat adalah yang terpenting. Sedangkan Roma menjangkau produk-produk cemilan keluarga. Oleh karenanya, ujung tombak penentu ketersediaan makanan sehat dalam keluarga –yakni Ibu- harus mengerti tentang produk yang bernutrisi, dan bergizi yang baik dan seimbang.

Mungkin karena itu pula, selain sebagai pendidik dalam keluarga, seorang Ibu juga dituntut menjadi nutritionist yang handal dalam keluarga. Termasuk cemilan-cemilan yang menemani saat-saat berkumpul dan bersantai dalam keluarga.

Di akhir acara, pihak Roma yang diwakili oleh Ricky Afrianto, menyerahkan 194.800 keping biskuit secara simbolis kepada Ibu Nur Anti mewakili pemerintah provinsi Sulawesi Selatan. Roma membuktikan hantaran kebaikan dan kebahagiaan itu.

Semoga hal ini akan terus berlanjut di kemudian hari, dan tidak hanya di Makassar. Kebutuhan akan pangan berkualitas wajib kita wujudkan bersama. Kerjasama antar pemerintah dengan swasta, atau  swasta dengan swasta harus terus terjalin.

Sekali lagi, kita tidak sedang bicara Roma, kita bicara tentang makanan yang berkualitas

Sumber gambar: disini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s