Indonesia Baru: Generasi Pemimpin Politik 2014

Anies Baswedan 2014
Anies Baswedan 2014

Lima tahun mendatang, Indonesia (masih) punya begitu banyak harapan. Harapan nasib Indonesia yang lebih baik melalui pemimpin yang baik pula. Dimana-mana partai sedang ribut mencari formulasi koalisi yang cocok demi mendulang kembali suara dalam pemilihan. Semoga mereka tidak lupa mengikutkan bincang nasib bangsa ini ke depan. Mendikusikan bersama konsep Indonesia yang maju dan bermartabat.

Pasca riuhnya pemilihan legislatif, harapan yang menyeruak itu semakin membesar. Tidak kita mungkiri, semua lini kehidupan bangsa ini diputuskan dan dibijaki pertarungan yang bernama: politik. Sejatinya, inilah pergumulan antara yang baik dan buruk, yang bersih dan kotor, dan antara yang benar dan salah. Jika pergumulan dimenangkan oleh kubu yang baik, hasilnya adalah kebijakan yang bernafaskan kepentingan kehidupan rakyat banyak. Namun apabila dimenangkan oleh kubu yang jahat, maka itu berarti kita semua turut beranggung jawab mereproduksi kebijakan yang salah arah.

2014, inilah tahun di mana segenap warga Indonesia bisa berperan mendukung salah satu kubu dari pergumulan lima tahunan paling sengit itu. Ditengah segudang masalah kebangsaan, apakah kita masih mengharap Indonesia yang lama? Di mana bangsa ini tidak juga selesai-selesai dengan masalah korupsi, dengan tidak meratanya pembangunan, dengan intoleransi, dan semua ketimpangan yang tidak terselesaikan. Ataukah kita bercita-cita mewujudkan Indonesia yang baru?

Pemilu bukan hanya sekedar pesta demokrasi, namun bisa dilihat sebagai evaluasi mengenai keputusan kita terhadap pemimpin yang lalu, sehingga hasil tersebut dapat menjadi pijakan putusan kita untuk memilih pemimpin yang akan datang. Harapan Indonesia baru terletak di tangan para pemimpin-pemimpin yang akan dihasilkan ini. Pemimpin Indonesia baru itu bukanlah orang lama, sistem yang lama, lalu dibingkai dengan kemasan yang baru. Tidak sama sekali.

Calon pemimpin Indonesia ke depan haruslah orang-orang yang bersih dan kompeten. Mereka adalah orang-orang muda yang turut memenuhi panggilan masanya mengabdi untuk negeri. Mereka terpanggil untuk membangun Indonesia lewat ide, gagasan, dan integritas yang telah teruji. Mereka punya visi yang jelas, cerdas, dan jauh ke depan.

Pemilu memberikan kesempatan kepada kita untuk memulai sesuatu yang baru –Indonesia Baru- lewat gagasan-gagasan mereka yang terbarukan. Katakalah itu sebagai gagasan Indonesia Emas, Indonesia Unggul, dan semacamnya. Disinilah letak peran semua warga membangun demokrasi Indonesia demi penyehatan bangsa ini di masa yang akan datang. Dimulai dengan partisipasi publik secara menyeluruh. Kita sungguh membutuhkan Indonesia yang baru.

Indonesia Baru

Kita boleh meng-imaji apa saja tentang Indonesia yang baru. Mungkin Indonesia Baru yang kita harapkan adalah Indonesia baru adalah Indonesia yang pemimpinnya selalu berpikir besar dan jauh ke depan.Indonesia Baru adalah Indonesia yang anggaran belanjanya adalah hasil rembuk partisipasi publik untuk mengatur hajat hidup semestaIndonesia. Indonesia baru adalah Indonesia yang sungguh-sungguh sambung menyambung menjadi satu Indonesia, dalam insfrastruktur, pengembangan kawasan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Indonesia Baru adalah Indonesia yang memfokuskan manusia sebagai objek pembangunan untuk membentuk elemen pembangun yang tangguh dan berkarakter. Indonesia Baru adalah Indonesia yang bisa berdiri dengan kepala tegak di hadapan pemodal asing. Menegosiasikan secara wajar aset bangsa demi kemakmuran yang sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.

Indonesia Baru juga adalah Indonesia yang kuat, bukan karena semua orang tidak korupsi atau karena tidak adanya orang yang melanggar ketentuan undang-undang. Tapi karena orang-orang baik bersepakat untuk melawan dan tidak mendukung orang-orang yang bermasalah.

Akan tetapi, disitulah letaknya tantangan terbesar untuk Indonesia Baru  di hari-hari belakangan yang menentukan ini. Orang-orang yang tergolong punya niat yang baik, kapasitas yang mumpuni, dan sekali lagi integritas yang teruji menjadi gamang untuk masuk pemerintahan. Korupsi, budaya korporat yang kaku, ditambah sistem yang tidak jelas yang menghambat perkembangan perusahaan besar bernama ‘Negara Indonesia’.Politik Indonesia seakan mencerminkan jati diri Indonesia. Kita mengenal Indonesai dengan jati dirinya yang negatif, bukannnya yang positif. Kita melihat negara ini dengan menafsirkan Indonesia sebagai sesuatu hal yang buruk.

Sungguh, Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum mereka sendiri yang merubah keadaan mereka. Negara ini tidak akan pernah betul-betul berubah jika elemen-elemen penyusun bangsa ini tidak merencanakan sesuatu yang besar yang bisa merubah nasib Indonesia ke depan.

Indonesia Kita semua

Perubahan apa yang diharapkan jika orang-orang yang bergabung dengan politik adalah orang-orang yang bermasalah. Sebegitu takutkah kita untuk memasukkan orang-orang baik ke dalam politik? Mengapa orang-orang selebihnya hanya diam dan tidak berani menyuarakan?

Satu cara yang bisa kita lakukan untuk mendirikan bangunan politik Indonesia yang kokoh adalah dengan mengembalikan ‘pertarungan’ politik sebagai arena persaingan gagasan, ide, dan integritas para elemen-elemennya. Bukan ‘pertarungan’ uang dan kekuasaan.

Republik ini dibangun dengan darah para pejuang. Mereka telah mengorbankan waktu, tenaga, harta, bahkan jiwa.Dengan pandangan yang jauh  ke depan, mereka sudah mewanti-wanti bahwarepublik ini tidak boleh dibangun dengan nostalgia pemerintahan masa silam. Akan tetapi, kelanjutan kepemimpinan bangsa ini dibangun dengan konsep mengentaskan janji kemerdekaaan para founding fathers. Oleh karenanya amanat konstitusi disusun dengan rancangan berpikir yang besar.

Solusi kepemimpinan dengan ide dan visi yang besar, sangat patut kita dukung bersama. Kita butuh pemimpin yang baru dengan visi pembaruan Indonesia. Maka dari itu, orang-orang untuk mendukung gagasan-gagasan baru.

Pemimpin Indonesia Baru adalah pemimpin yang kita harapkan mampu mengomunikasikan gagasan-gagasannya ke dalam kata dan frasa yang besar serta positif untuk mengungkapkan visi lima tahun Indonesia. Merekalah orang-orang yang punya nyali dan berani memvisualisasikan gagasan-gagasan itu ke dalam kerja nyata. Lalu mulai turun tangan menggerakserentakkan pembangunan Indonesia dengan melibatkan seluruh elemen bangsa.

Ujung-ujungnya, jika generasi pemimpin politik 2014 diselimuti oleh orang-orang baik, yakinlah mereka akan berusaha semaksimal mungkin mengembalikan kepercayaan publik luas kepada politik.Bagi kita, pemimpin-pemimpin itu adalah para pejuang dan pahlawan yang dihasilkan oleh generasi. Merekalah yang pada hari ini dikenal punya kapasitas dan integritas yang baik, memutuskan untuk masuk politik dan pemerintahan.

Waktu ‘5 tahun’ itu sebenarnya proses yang terus menerus bakal terjadi, di era apapun dan siapapun yang jadi pemimpin bangsa. Ikhtiar untuk membangun Indonesia tidak akan pernah betul-betul usai. Sejatinya, bangsa ini selalu berproses menjadi Indonesia yang baru dan terbaharu.

Apakah kita akan diam saja melihat aliran perjalanan sejarah bangsa ini? Atau turut mendukung dengan segenap kesadaran bahwa Indonesia sudah waktunya melampaui bangsa-bangsa lain? Semoga segenap bangsa ini senantiasa mendukung orang baik menorehkan prestasi politik yang bervisi cerdas dan jauh ke depan. Karena ini Indonesia, adalah ‘Indonesia Kita Semua’.

Gambar: di sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s