Indonesia Mengajar: Syukuran, dan Terus Bekerja

Posted: February 12, 2016 in Indonesia Mengajar, Opini

Insya Allah, perjalanan ini  akan kita teruskan | Anies Baswedan (Video)

Indonesia Mengajar, sudah lima tahun sejak inisiasinya di akhir 2009. Selama itu pula, sekitar enam ratus lebih pengajar muda dikirimkan ke pelbagai pelosok di tujuh belas kabupaten. Serta dua ratusan sekolah telah menerima manfaat dengan keberadaan gerakan sosial pendidikan ini.

Kerja yang mendalam, intensif, dan tanpa henti ditunjukkan oleh para penggagas, Pengajar Muda, dan seluruh relawan. Yang dari tujuan awalnya hanya sekedar mengisi kekosongan guru SD di daerah-daerah terpencil, seiring waktu, bertumbuh menjadi upaya membangun keberlanjutan dan kemandirian masyarakat dalam membangun pendidikan. Yang mana, syaratnya satu, namun cukup berat: urun tangan dari seluruh masyarakat. Terus bekerjalah mereka semua selama lima tahun ini.

Dan hari ini, sudah lima tahun upaya ini diikhtiarkan. Gerakan ini menyebar ke mana-mana bahkan menjadi salah satu contoh gerakan masyarakat sipil yang cukup kuat. Apa setelah ini? Sekali lagi, TERUS BEKERJA.

“Dari awal kita putuskan untuk tidak menerima bantuan apapun dari pemerintah” kata Pak Anies dalam refleksinya.

“Dan saya yakin Indonesia Mengajar bisa menjadi teladan gerakan sosial murni di Indonesia bahkan di tingkat global” lanjutnya.

Orang-orang akan terus bekerja (Video)

Saat ini begitu banyak umpan balik positif dari masyarakat agar gerakan ini dapat secara maksimal memberikan manfaat yang sebanyak dan seluas-luasanya untuk siswa, guru, dan masyarakat secara luas di daerah penempatan. Utamanya berasala dari alumni Pengajar Muda sendiri.

Melalui catatan dan refleksi setelah penugasan, pengetahuan baru yang mereka peroleh, serta keinginan kuat untuk menerapkan praktik-praktik cerdas yang berhasil di luar sana, alumni PM memiliki potensi yang luar biasa dalam meningkatkan kualitas kebermanfaatan gerakan Indonesia Mengajar.

Olehnya itu, Indonesia Mengajar tidak ragu untuk membuka gerakan lima tahun berikutnya –fase  kedua- dengan hadir di tempat yang berbeda, di Pegunungan Bintang Papua, Natuna Kepulauan Riau, Nunukan Kalimantan TImur, dan kabupaten-kabupaten lain. Bahkan nanti hingga fase ke sekian dan ke sekian.

Hari ini, lima tahun ini berbuah begitu manis, bagi semua orang yang pernah terlibat, menjaga, dan membangun gerakan sosial ini agar tetap tumbuh dan berkembang.

Hari ini, ada RuBi (Ruang Belajar) yang telah mengirimkan relawan ke beberapa daerah. Kelas Inspirasi yang nyaris mencapai 300an kota penyelenggara. Iuran Publik yang totalnya hampir mencakup lebih dari 10 persen pendanaan operasioanal dan lebih dari 2000 publik yang ikut iuran. Rentak Harmoni yang berhasil menampilksan seni modern bertemakan pendidikan. Dan, Indonesia Menyala yang  begitu mandiri dan indpenden dengan Taman Baca di banyak tempat, dan masih banyak lagi.

Hari ini, 31 Januari 2016, di tengah-tengah rasa syukur ini, upacara bendera secara sederhana tapi elegan dilangsungkan bersama sekitar seribuan relawan yang sempat hadir di Hall Pertamina, Jakarta.

“Gerakan itu, idenya yang dibawa dan terus bergulir” tegas beliau.

Siapa sangka ide yang dulunya dianggap seperti ‘omong-kosong’ belaka ini sekarang menjadi sumber optimisme untuk proyek pendidikan Indonesia yang lebih baik. Siapa sangka yang dulunya gerakan ini hanya dibiayai oleh CSR sekarang dibiayai oleh ribuan orang secara sukarela. Nyatanya, memang begitu melimpah hal-hal yang patut disyukuri. Dan hari ini, momen untuk berkumpul dan bersyukur.

Upacara bendera merupakan rasa syukur yang merefleksikan sebuah kesederhanaan di tengah kekayaan modal sosial yang lahir dari gerakan Indonesia Mengajar.

Kesederhanaan dan penghormatan yang setiap senin pagi dihelat di SD yang nun jauh dari ramainya ibukota di lokasi penempatan Pengajar Muda. Yang sekaligus juga menjadi sumber semangat untuk memulai pekan yang penuh dinamika di sekolah dan di masyarakat.

Kata Pak Anies, Indonesia Mengajar tetap akan menjadi milik publik dan harus bisa mempertahankan posisinya sebagai contoh nyata gerakan yang menular secara cerdas di dalam masyarakat. Dan, kita akan terus bekerja.

Bagaimanapun sulit tantangan ke depannya. Karena kita percaya itu akan berhasil. Insya Allah. Barangkali, karena setiap niat baik, akan selalu berjodoh dengan orang baik pula.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s