Ruang Belajar: Kompetisi Kuartet Pecahan

Posted: April 23, 2016 in Artikel, Ruang Belajar
Tags: , ,
DSC03453
Abstraksi

Kompetisi Kuartet Pecahan ini merupakan metode permainan pembelajaran di kelas III untuk mata pelajaran Matematika materi pecahan. Khususnya pada kompetensi dasar mengenal dan membandingkan pecahan sederhana. Meski bernama Kuartet Pecahan, kartu ini dianggap lengkap jika dua buah kartu kuartet sudah sesuai. Satu kartu merupakan lambang pecahan, dan satu kartu lagi merupakan penyajian nilai pecahan dalam bentuk lingkaran.

Permainan Kuartet Pecahan ini akan membiasakan peserta didik mengenal dan membandingkan pecahan melalui audio (suara), visual (gambar), dan kinestetik (gerakan).

Tulisan ini dimaksudkan dengan tujuan membagikan pengalaman pendidik menerapkan “Kuartet Pecahan” di SD YPK Pikpik, Kramongmongga, Fakfak.

Latar Belakang

Pengenalan pecahan di jenjang SD sudah dimulai sejak kelas III. Sehingga pendidik mencoba sebentuk aktivitas pembelajaran yang akan menjadikan peserta didik dapat memahaminya dan mengingatnya dalam memori jangka panjang.

Prasyarat

Peserta didik harus terlebih dahulu telah mengetahui lambang pecahan dan cara membacanya.

Metode
Alat dan Bahan
  1. Kertas Karton atau kotak susu bekas
  2. Gunting
  3. Spidol berwarna
  4. Selotip bening
Proses dan Langkah Kerja
  1. Pendidik membuat potongan kartu dari karton bekas berukuran 4 x 8 cm sebanyak 24 buah.
  2. Pendidik menuliskan lambang pecahan sebanyak pada 12 buah kartu tersebut
  3. Pendidik lalu menggambar penyajian nilai pecahan tersebut pada 12 kartu selebihnya.
  4. Untuk membuat kartu awet dan tahan dari basah, pendidik dapat melapisinya dengan selotip bening.

Kwartet Pecahan

Penerapan Metode
  1. Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok yang terdiri atas 3 hingga 4 orang anak.
  2. Pendidik membagikan satu set Kuartet Pecahan kepada setiap kelompok.
  3. Satu orang dari setiap kelompok mengacak kartu dan membagikan 4 buah kartu kepada setiap pemain. Lalu sisa kartu ditumpuk dalam keadaan tertutup di tengah kelompok.
  4. Setiap peserta didik berusaha mencari pasangan kartu yang sesuai dengan besaran pecahannya. Jika sesuai, maka disimpan.
  5. Jika sudah tidak ada kartu yang sesuai, setiap peserta didik secara bergiliran mengambil kartu sisa yang belum dibuka.
  6. Jika kartu sisa sudah habis dan peserta didik masih belum menemukan yang sesuai, maka setiap peserta didik saling bertukar dua buah kartu dengan peserta yang ada di sampingnya. Kartu harus dalam keadaan terbalik dan tidak boleh diketahui oleh peserta yang saling bertukar.
  7. Lakukan terus hingga semua pasangan pecahan berhasil ditemukan.
  8. Peserta didik yang mengumpulkan pasangan kartu terbanyak merupakan pemenangnya.
  9. Selanjutnya Pemenang Pertama dari setiap kelompok akan bertanding memerebutkan Juara Pertama.

 

DSC03454

 

DSC03450

Pembelajaran yang didapat diambil
  1. Peserta didik dapat mengenal pecahan lewat modal VAK (Visual Auditori Kinestetik).
  2. Peserta didik mampu mengenal dan membandingkan dua atau lebih besaran pecahan yang nilainya berbeda.
Referensi

Kumpulan Games. Hak Cipta 2006. Yayasan Untukmu Guru. tru: light up the true teachers spirit

*Postingan ini merupakan tulisan yang tidak sempat dimuat dalam Ruang Belajar, sebuah portal berbagi yang dikelola oleh Indonesia Mengajar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s