Kacamata Berdebu Milik Opu dan 14 Tulisan Lainnya (Review)

glasses-quotes-1
quotationof.com

Diskusi tentang ide tulisan? sudah. Mengerjakan tugas? sudah. Minggu ketiga ini waktunya untuk mememeriksa dan mengoreksi tugas ini teman-teman peserta satu persatu. Tulisan yang masuk sebanyak lima belas, berhubung kami sekelas memang hanya ber-lima belas.

Jadi, soalnya begini (bocoran. Hehe):  Ceritakan mengenai benda yang paling kamu sukai saat ini. Dibuat sekurang-kurangnya 500 kata.

Supaya lebih efektif, hanya tautan tulisan saya sertakan secara alfabetis di bagian bawah. Kalau mau ditengok lebih jauh, jadi tinggal klik. Harus begitu karena ruang tidak memungkinkan. Belum lagi uraian penjelasannya.

Sebenarnya, saya ingin menuliskan banyak hal di bagian “apa pelajaran yang kami peroleh di sesi review tulisan?” Saya benar-benar butuh banyak ruang menjelaskan pelajaran yang kami sesap pekan ini. Oh, tapi tidak. Hal itu tidak memungkinkan saya bahas satu persatu. Saya khawatir jadi bakal memicu tulisan yang panjang dan membosankan.

Dalam review, setiap tulisan ditampilkan dilayar proyektor dan dibaca paragraf demi paragraf untuk melihat di mana letak kesalahannya.

Teman kami Irmawati (Irma) dan Helmiyaningsi (Mimi) sibuk meneliti printilan penulisan yang tidak sesuai kaidah. Dibabatnya sampai tak bersisa. Dibukanya panduan berbahasa sesekali jika ingin memastikan sesuatu. Sementara beberapa pendamping terus sibuk mengamati (zoom in & zoom out) semua tulisan dari segi ide, sudut pandang, dan keefektifan penulisan.

Dua puluh lebih pasang mata terus menatap layar proyektor di dinding kafe Brewbrothers. Menyigi dari awal hingga akhir kemungkinan apa saja yang perlu ditingkatkan dan rincian apa yang harus sesegera mungkin diperbaiki.

Kedipan mata yang tertahan beberapa saat ini terbayar ketika kami menemukan satu pokok atau poin kaidah penulisan yang bisa dibahas dan didiskusikan bersama-sama. Selepas kelas, kami membawa pulang ingatan-ingatan yang harus segera tersimpul jadi praktik untuk sebuah tulisan yang lebih baik lagi pada pekan selanjutnya.

Oh iya, ini ada pesan yang disampaikan kepada peserta kelas menulis saat sesi.

1. Belajar menulis dengan efektif.
Semisal kalimat baku, tata cara pengutipan, penulisan ejaan Bahasa Indonesia yang sesuai aturan, dan macam-macam. Hampir semua tidak lepas dari kesalahan macam ini. Semakin bersih tulisan dari error, maka semakin nyaman pula dibaca.

2. Belajar lebih jujur pada sendiri.
Sejumlah tulisan melenceng ke arah tulisan informasi. Mengapa? mereka sepertinya gagu dan kurang yakin menceritakan lebih jauh kisah mereka lebih dalam. Padahal, tulisan tersebut semestinya bisa jadi susunan paragraf dengan daya pikat personal yang khas. Hasilnya pasti akan menarik.

3. Belajar menggali ide dan sudut pandang lebih dalam
Sudut pandang memang selalu menjadi bagian yang rumit dalam memulai menulis. Alasannya, karena sekali menentukan, kita akan selamanya harus setia mengikutinya hingga akhir. Menurut saran seorang jurnalis Tempo, jangan menjadi “shopaholic”, menuliskan semua informasi -hajar sana hajar sini- tanpa batasan yang jelas. Pembaca akan menilai, penulis pasti seorang yang plin plan.

Berikut lima belas tulisan yang menjadi bahan review kelas hari itu:

(Saya dan Ponsel Legenda) Abd. Hamid Zainal
Semua keluarga saya pun menggunakan ponsel merek yang sama. Ponsel Nokia pertama saya adalah Nokia 7610. Ponsel tersebut terbilang hits dan unik dijamannya, karena bentuknya yang orang sebutnya sebagai ponsel belah ketupat dan sudah memiliki kamera, meski kualitas fotonya sangat jauh dari kamera ponsel cerdas jaman sekarang

(Yang Kamu Lakukan Kepada Saya Itu Panas) Andi Arniati
Gesekan memang lebih sering menimbulkan sebuah masalah. Seperti sebuah konflik. Konflik terjadi sebab adanya gesekan kepentingan. Latar belakang kedua hal tersebut yang berbeda ini jika mengalami gesekan akan menyalakan api konflik. Namun sebenarnya konflik juga adalah suatu interaksi. Seperti gesekan yang terjadi pada korek kayu dan bidang gesek merupakan interaksi untuk menghasilkan api. Namun perlu diamati, untuk menghasilkan nyala api, ada perbedaan yang mendasar dari bahan dasar sulfur dan fosfor yang terdapat pada masing-masing kedua bagian tersebut.

(Buku Catatan dan Keseharianku) Andi Citra Pratiwi
Saya pernah jatuh cinta pada buku tulis kecil yang bisa dibawa kemanapun, buku catatan. Banyak hal yang bisa saya tuliskan di buku itu, termasuk ringkasan materi kuliah, deadline tugas, hingga rencana remeh-temeh yang ingin saya lakukan. Tapi, saat mulai mengenal laptop, buku catatan itu terpinggirkan.

(ATM) Andi Rahmat Asgap
Pernah ngga mengalami hal seperti ini, sudah ada dimesin ATM tapi pas mau tarik uang, ATM ketinggalan dirumah, apalagi ditambah dengan buru-buru mau menggunakan uang tunai ? (kesal, emosi pastilah). Meskipun memang saya orang yang agak ribet membawa dompet saat keluar rumah, karena kadang menurutku dompet agak mengganggu pada saat duduk, terus untuk membawa uang tunai lebih, hanya unutuk beraktifitas seperti biasanya agak alay juga sih menurutku kalau sampai membawa uang yang lebih.

(Buku Pram dan Jakarta) Anna Asriani Muhlis
Setelah membaca novel Bumi Manusia, ternyata saya jadi ketagihan memiliki tetrologinya. Karena ketagihan membaca novel-novel yang ditulsi Pram, saya lebih memilih membeli novel-novel Pram dibandingkan membeli buku  untuk bahan skripsi. Saya rela pula  menghabiskan uang untuk membelinya. Membacalah saya terus-menerus hingga lupa akan skripsi. Pencarian buku-buku Pramoedya Ananta Toer tidak sampai Di Jogjakarta saja. Pada tahun 2011 saya melakukan penelitian di Jakarta mengunjungi Perpustakan Nasional untuk melihat koran-kora tua.

(Kamera Pertamaku yang Dicuri Orang) Baizul Zaman
Air matapun rasanya mau tumpah. Saya tidak bisa berkata apa-apa. Pencuri itu telah membawa pergi salah satu barang berharga yang saya miliki, kamera Canon D1100 yang saya beli dari hasil jerih payah saat bekerja sebagai pegawai honorer di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Muna. Barang itu adalah salah satu tanda mata dari hasil keringat yang saya kumpulkan sedikit demi sedikit selama 2 tahun, dari tahun 2010 sampai tahun 2012.

(Si Bulet Yellow) Fitriani Ulma
Entah ini semacam sugesti atau bagaimana, akan tetapi Mbak Ceci memberikan Si Bulet Yellow memang untuk menemaniku ketika insomnia menyerang dan akan membuat tidurku lebih berkualitas katanya. Pernah aku kesal kepada si tukang laundry karena mungkin ketidak sengajaan mengirim Si Bulet Yellow kepada orang yang salah. Semenjak itu, aku bersumpah tidak akan lagi membawanya ke tukang laundry.

(Perihal Kamu dan Kisah Benda-Benda Kesukaan yang Bikin Bingung) Hasymi Arif
Menurut saya, kadar kesukaan saya terhadap benda-benda itu, kadar kesan yang saya dapatkan dari benda-benda itu semuanya setara. Sampai hari ini, keempat benda itulah: dompet, buku, laptop dan selimut, yang merupakan benda paling berkesan, benda yang paling saya suka. Makanya ketika menghadapi pertanyaan benda apa yang paling saya suka, saya jadi bingung memilih salah satunya diantara mereka. Apakah situasi kebingungan seperti itu hanya saja saya yang rasakan atau juga dirasakan oleh orang lain?

(Kalau Ada Bikin Sakit, Kalau Tidak Ada Bikin Pusing) Helmiyaningsi H
Masalah lain yang sering dihadapi wanita pengguna hijab adalah tangan, dagu atau kepala yang tertusuk pentul. Sangat sering terjadi, jempol atau jari telunjuk tidak pernah luput dari tusukannya. Begitu perih rasahnya, lebih perih dari sakitnya ditinggal pasangan… (eh). Mungkin terdengar begitu melebihkan, tapi memang rasanya perih. Meski lukanya sangat kecil, darah yang keluar pun hanya sedikit tapi entah kenapa, rasanya begitu perih.

(Saya dan Ingatan Masa Lalu) Herviana
Terngiang di benak saya sebuah boneka panda yang memiliki ekor pendek yang membuatnya dapat duduk. Saya masih ingat saya mendudukkannya di depan saya. Saya juga mengajak iya bermain dan berbincang-bincang. Jika ada yang menyentuhnya, saya akan menangis. Jika tidur akan saya peluk atau saya simpan di dalam lemari kaca. Betapa saya sangat menyayangi boneka panda itu. Hal yang paling menyedihkan adalah ketika ekornya terlepas.

(Buku Puisi dan Perihal Jatuh Cinta) Irmawati
Aktivitas membaca puisi sebenarnya suka saya lakukan, tetapi hanya membaca beberapa puisi yang saya suka, tidak pernah fokus membaca satu kumpulan puisi. Namun, dua tahun belakangan ini, saya jatuh cinta pada sebuah buku kumpulan puisi. Buku tersebut berjudul Kepalaku: Kantor Paling Sibuk di Dunia karya M. Aan Mansyur.

(Kenangan Tomang Marga Bahba) Mujahid Zulfadli AR
Bagi warga Kampung Bahbadan, Fakfak, tomang berfungsi sebagai wadah penyimpan cadangan makanan sehari dua hari. Di wadah kotak segi empat inilah, masyarakat menampung daun-daun sayur, keladi, maupun binatang hasil buruan yang  mereka peroleh dari hutan hujan yang berkelindan rapat. Tidak hanya itu, tomang memiliki fungsi sebagai simbol tanggung jawab dan pengakuan kedewasaan seseorang. Siapa yang memegang dan diserahi tomang, maka ia dianggap sudah dewasa membantu mencari kebutuhan pangan keluarga di dalam hutan.

(Kacamata Berdebu di Mata Opu) Rahmawati

Selain pigura hitam putih yang bermukim di lemari pakaian dan sedikit lembar sarung di dalam peti baju, tidak ada kenang-kenangan dari sosok Opu, ibunda Ayah. Gaun pesta, perhiasan, dan barang-barang antik miliknya dihibahkan bagi handai taulan, setelah beliau pergi tujuh tahun silam. Belasan tahun menetap dan tidur di kamar yang sama, Opu sama sekali tidak menuliskan warisan apapun untukku, cucu pertamanya. Sebelum kepergiannya, beliau hanya menitip pesan. Jaga rumah baik-baik. Jadilah rumah adalah benda fisik tunggal yang saban tengah malam menjadi tempat pulang.

(Aku Adalah) Sultan A Munandar S

Pemilkku kadang membuat tulisan atau kata bijak favoritnya di diriku, salah satu kalimat bijak yang selalu ia tuliskan adalah “Rahasia kehidupan adalah jatuh tujuh kali dan bangun delapan kali” The Alchemist, Paulo Cuelho. Pemilikku juga menuliskan agenda kegiatannya pada hari itu mulai agenda kerjaannya, janji kepada siapa ia ingin bertemu hari ini atau bahkan hanya coretan gambarnya yang terlihat pada diriku, itu dapat menunjukkan kalau pemilikku adalah orang suka melukis atau mengambar. Dari ceritaku di atas, kalian pasti sudah bisa menebak siapa aku?

(Si Misterius Jolly Roger) Tismi Dipalaya
Pagi itu saya sedang rajin-rajinnya. Tetiba saja bersemangat mencuci ransel kesayangan untuk pertama kalinya setelah dua tahun bersama. Satu per satu aneka benda saya keluarkan dari ransel. Mulai dari laptop, buku, alat tulis, cat air, korek gas, kabel charger handphone, sampai kertas struk belanjaan. Lalu, sebuah gantungan kunci bersinar di tangan saya. Gantungan kunci berbentukJolly Roger lengkap dengan topi jeraminya Monkey D. Luffy—One Piece.

The Best Writing untuk tugas pertama ini diberikan pada Rara. Menurut sebagian teman-teman, tulisan ini beda sendiri dengan deskripsi yang begitu pas dan natural. Emosi penulis bisa langsung terasa sejak pertama kali bertemu muka dengan tulisan ini. Menurut kami begitu, entah dengan Anda. Kalau mau dibaca, silahkan berkunjung kemari: Kacamata Berdebu di Mata Opu

Advertisements

5 thoughts on “Kacamata Berdebu Milik Opu dan 14 Tulisan Lainnya (Review)

  1. Nah, setuju dengan poin nomor 1, jadi EYS itu bukan soal “remeh temeh ya Alli, ehemm. Hihihi.
    Poin nomor 2 juga saya sepakat. “Menulis itu harus jujur, jujur dengan diri sendiri. Menurutku tulisan dengan pendeskripsian tentang kisah pribadi itu menjadi bahan bacaan semua orang alias tidak ada batasan siapapun akan senang membaca itu, tapi tulisan-tulisan informatif dengan banyak teori plus panjang-panjang hanya akan di baca oleh beberapa orang atau sekelompok orang saja yang memang suka dengan genre tulisan seperti itu. Saya paham betul tiap-tiap penulis ingin punya karakter tersendiri dalam menulis, baik itu cara penyampaian juga tema-tema yang diangkat, tapi bukankah lebih menyenangkan jika tulisan kita bisa dibaca semua orang, bukan menjadi tulisan yang dipilih-pilih.

    Jadi intinya, janganmeki malu-malu curhat lewat tulisanta, hihihi……..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s