The Floating School: Berlayar untuk Belajar

Dari Makassar, para fasilitator, dan beberapa relawan bergerak menuju Kabupaten Pangkep. Pukul tujuh lewat, kami berangkat dalam satu mobil yang berisi penuh. Sejam tiga puluh menit kira-kira kami sampai di Pangkep kota. Pagi itu, kami mampir di samping patung khas “Ikan Bandeng dan Udang”, tepat di samping sungai yang mengalir ke laut. Singgah mengisi lambung tengah dan menyeruput kopi hangat sebelum berangkat menuju dermaga.

Angin begitu kencang berhembus menerpa dari atas kendaraan roda empat yang kami tumpangi. Langit serasa bergumpal-gumpal dengan tumpukan awan abu-abu yang hendak menuju hitam.

Kapa kayu Fitra Jaya 03 sudah dari tadi menunggu kami di ujung dermaga. Buritannya bergoyang dan berderak melawan ombak yang sedang bekerja keras pagi itu. Bendera “The Floating School” sekira ukuran setengah meter berkibar dengan gagahnya di tengah geladak kapal.

Sepuluhan orang total kami, melangitkan do’a supaya selamat dalam pelayaran menuju tiga pulau di luar daratan Pangkep: Pulau Saugi, Sapuli, dan Satando. The Floating School, sesuai namanya merupakan sekolah terapung. Inisiasi pendidikan tujuh jenis keterampilan bagi para remaja di tiga pulau. Seminggu sekali selama setengah tahun lamanya. Bukan waktu yang sebentar. Butuh sifat keras kepala dan komitmen tinggi untuk mewujudkan hal ini. Mengingat para relawan sebagian besar bermukim di Makassar dan Pangkep kota.

Sejak Februari mereka sudah mengencangkan ikat pinggang dan menyingsingkan lengan baju untuk The Floating School. Nur Al Marwah Asrul, salah satu founder sekolah ini bercerita panjang lebar pada penulis tentang project berbagi ini.

Saya begitu senang masih ada orang-orang yang mau bersusah-susah demi orang lain. Semoga niat baik ini mendapat ganjaran yan setimpal dan beroleh hasil yang setimpal pula. Terakhir, kepada relawan, semoga selalu sehat dan diberi ketulusan dalam menjaga amanah.

IMG_4221
Persiapan keberangkatan di tengah kondisi laut yang tidak stabil
IMG_4222
Merah Putih yang di tengah gelombang dan angin kencang di laut lepas
IMG_4225
Wajah-wajah fasilitator
IMG_4226
Briefing di tepi dermaga sebelum berangkat
IMG_4228
Dua orang founder (Nur Al Marwah Asrul,ujung kiri dan Rahmiana Rahman ujung kanan) memberi pengarahan sebelum keberangkatan
IMG_4235
Kapal Fitra Jaya 03 menjemput anak-anak di Pulau Saugi untuk belajar di Pulau Satando
IMG_4245
Gerbang Pulau Satando
IMG_4249
Kapal Fitra Jaya: kendaraan belajar selama setengah tahun ke depan
IMG_4253
Anak-anak Pulau Santado dan Saugi menunggu kedatangan  anak-anak Pulau Sapuli
IMG_4260
The Floating School: Sail to Serve
IMG_4265
Kegiatan Kelas Kerajinan Tangan dan Prakarya
IMG_4297
Jamal , peserta Kelas Fotografi melihatkan hasil perburuan fotonya selepas berkeliling pulau
IMG_4300
Aktifivitas Kelas Menari
IMG_4301
Fasiliator memberikan demo gambar ilustrasi yang menarik
IMG_4306
Kelas Komputer yang dibagi menjadi dua, tingkatan pemula dan mahir
IMG_4285
Belimbing yang dikeringkan untuk bahan sambal peneman makanan laut
IMG_4322
Salah satu peserta Kelas Komputer

*Gambar merupakan dokumentasi pribadi penulis untuk project The Floating School

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s