Butuh IELTS atau TOEFL? AZ Institute Pilihan Terbaik

az base pic

Mau mengajukan aplikasi beasiswa S2 atau S3 di kampus dalam atau luar negeri? melamar pekerjaan di perusahaan multinasional? mendapatkan working holiday visa untuk bekerja di negeri Kanguru? Segalanya akan begitu mudah dengan golden ticket ini: sertifikat bahasa. Entah itu TOEFL atau IELTS. Dua-duanya merupakan ‘ijazah’ seberapa kuat penguasaan Bahasa Inggris teman-teman.

Lima tahun belakangan ini, begitu banyak mahasiswa Indonesia mengejar sertifikat IELTS dan TOEFL. Apalagi kalau bukan untuk lanjut kuliah. Sudah begitu banyak program beasiswa yang ditawarkan, baik dalam dan luar negeri. Khususnya Beasiswa LPDP Kementerian Keuangan yang sempat membuka empat gelombang pendaftaran dalam setahun. Pada titik ini, media sosial juga berperan sangat besar tersebarluasnya informasi tersebut. Semua orang sedang bergegas meraih cita-cita.

Tentunya tren ini sangat positif dan harus kita dukung sama-sama. Bekerja dan kuliah di luar negeri. Toh keuntungan juga bakal kembali ke negara. Akan semakin banyak sumber daya profesional berwawasan global yang siap membangun bangsa ini ke depannya. Siap menjadi bagian dari komunitas global? Pastinya dong.

Mulailah belajar

Belajar Bahasa Inggris tidaklah segampang yang kita kira, juga bahasa asing lainnya. Penguasaan bahasa membutuhkan fokus, usaha, dan kesabaran ekstra. Sebagai ilustrasi, menyelesaikan program master dalam negeri pun sudah membutuhkan effort besar. Padahal, selama 20 sekian tahun kita mengggunakan bahasa ibu, Bahasa Indonesia.

Entah bagaimana jika kuliah di luar negeri? Tentunya bakal lebih menantang lagi. Pertama, kita bukan native (penutur asli) Bahasa Inggris. Kedua, perasaan tidak sabaran, cepat-cepat pengen lacar berbahasa meski hanya sanggup belajar dua bulan bahkan kurang. Pada akhirnya, skor yang diperoleh, besar kemungkinan selalu tidak memenuhi syarat. Atau minimal pas-pasan. Kasarnya begini, “Lancang sekali Anda menempuh master bermodalkan modal dua bulan belajar? native saja yang dua puluh tahun belajar masih kepayahan.”

Namun sekali lagi, ini bukan hal mustahil. Hingga saya menuliskan ini, banyak teman yang akhirnya menggapai impiannya. Kuliah di luar negeri, dari Australia hingga Amerika. Bukan satu, tapi ada puluhan. Mereka sering bilang, “percaya sama diri sendiri, dan mulailah”. Mereka memang membuktikannya.

Yakinkan diri mulai sekarang bahwa Anda bisa. Kalau teman terdekat kita bisa mengapa kita tidak? Selanjutnya, carilah teman dan ajak mereka belajar bersama-sama. Bisa belajar kelompok, atau datang ke Kampung Inggris bila tersedia waktu lebih. Terakhir, datanglah berkonsultasi ke lembaga Bahasa Inggris terdekat yang ada di kota tempat Anda tinggal. Jika teman-teman berdomisili di Makassar, AZ Internasional Islamic Institute bisa jadi pilihan tepat dan menarik.

Program Persiapan IELTS dan TOEFL

Lembaga Islam Internasional AZ ini telah merancang program belajar intensif sekaligus persiapan bagi mereka yang ingin mengambil tes. Bimbingan yang telah berjalan empat bulan silam ini menyediakan paket IELTS Preparation Program dan TOEFL Preparation Program.

Jika Anda berkendara menyusuri Jalan Jipang Raya, di tiga petak bagian dari Ruko Mustika Megasari, akan nampak baliho dan neon box bertuliskan “Makes Everything Easy” dengan warna merah cerah belatar dominasi putih. Sebagaiamana tagline nya, tujuan didirikannya lembaga ini adalah ‘memudahkan’. Membuat perencanaan belajar IELTS dan TOEFL menjadi lebih mudah, dan terstuktur.

Sejak awal dibentuk Desember silam, lembaga AZ memiliki sejumlah keunggulan yang dibuat dengan standar tinggi agar memiliki kualitas setara tempat kursus lain di luar sana. Manager Acedemic Program, Sri Yunita, berusaha mengkonstruk kurikulum pembelajaran sesuai tahapan pembelajaran yang telah mereka bagi. Pokoknya, easy lah.

Para peserta kursus dibimbing langsung peraih skor pemegang TEFL Certified Trainer dari kampus terbaik dalam dan luar negeri. Salah satu pengajar, Misnariah Idrus bahkan memegang gelar MA., TESOL dari University of Birmingham, Inggris. Selain itu, beberapa pengajar memiliki pengalaman menjadi tutor utama di  lembaga kursus khusus IELTS di Kampung Inggris, Kediri, Jawa Timur.

“pembelajaran di lembaga AZ lebih memperhatikan progress pencapaian peserta, jumlah jam belajar yang lebih banyak, dan pertemuan yang lebih sering dan intensif.” kata Andi Mawaddah Hamzah, Direktris AZ International Islamic Institute.

Peserta secara perlahan akan mempelajari bagaimana memahami dasar-dasar Bahasa Inggris dalam konteks academic. Mula-mula, peserta belajar selama 5 minggu pada jenjang IELTS Foundation. Kemudian disusul 5 minggu berikutnya di tahap IELTS Intermediate, lalu bagian IELTS Advancement akan dihabiskan selama sebulan berikutnya. Seluruh waktu yang dihabiskan sekitar 4 bulan 2 pekan. Kelas akan berjalan setiap hari kerja, Senin hingga Jumat, dengan durasi dua jam. Kemajuan peserta menjadi tolak ukur keberhasilan Lembaga AZ, olehnya, kelas tambahan tiap komponen materi (Reading, Listening, Speaking, and Writing) dan konsultasi akan diberikan secara gratis bagi peserta yang mengalami hambatan di tiap tahapannya. Insya Allah, setelah melewati semua tahapan belajar, bila tidak ada hambatan berarti, peserta akan percaya diri mengikuti tes IELTS dengan target 6.5 paling minimal.

Pengalaman belajar IELTS bersama teman-teman di Kampung Inggris, Pare Kediri, saya menemukan banyak komentar. Jadi, IELTS memiliki dua jenis tes, ada Academic dan General Training. Khusus Academic, semua komponen ujian memiliki kaitan dengan segala lingkup pengetahuan. Jenis bahasa yang digunakan seluruhnya academic context. IELTS Academic dipersyaratkan untuk menempuh pendidikan lanjutan di luar negeri. Sedangkan IELTS General Training diperlukan untuk mengambil visa bekerja di luar negeri, khususnya commonwealth countries atau negara-negara persemakmuran.

Keuntungannya lagi, program yang dimiliki AZ mengakomodir kedua jenis tes tersebut dengan materi yang disajikan terintegrasi setiap kali tatap muka.Dalam sehari, empat komponen Reading-Listening-Writing-Sepaking akan diajarkan secara tematik, seperti yang terdapat modul Complete IELTS terbitan Cambridge University Press.

Demi mencapai efektivitas pembelajaran setiap periode (setiap bulan), AZ Institute membatasi pembelajara dalam satu kelas yakni paling maksimal 10 orang. Model seperti ini memberikan perserta kesempatan memperoleh pengalaman semi-privat di mana setiap mereka akan mengetahui progress dan feedback masing-masing.

Paling krusial dan penting, program di AZ memberi penguatan khusus pada skill tersebut, Speaking dan Writing. Tipikalnya pada dua bagian itu, pelajar IELTS sering dibuat stres. Dalam real-test bagian speaking, Anda akan bertemu langsung native dan menjawab isu-isu tematik selama lebih kurang 15 menit. Writing, Anda akan menuliskan 2 essay berbeda dengan tema yang berbeda. Susah? Jelas iya.

Dulu beberapa teman saya mengalami kesulitan membuat improve siginifikan meski telah berulang kali belajar dan mengikuti simulasi. Alasan paling common, dua bagian tes ini merupakan productive skill yang tidak bisa tidak, harus dikuasai dengan baik. “it isn’t one night show, kata mentor saya. Ini bukan pertunjukan semalam yang bisa dikebut. Butuh kegigihan dan porsi belajar lebih banyak dari dua komponen lain.

Direktris Lembaga AZ mengakui, memang disitulah letak kendala belajar. Semua orang menginginkan waktu belajar yang frekuensinya lebih sering. Sehingga pertemuan-pertemuan tambahan dan konsultasi belajar menjadi hal yang biasa di institusi AZ.

“yang kami fokuskan bukanlah selesainya semua pertemuan. Kami ingin peserta mendapatkan apa yang mereka inginkan. Intinya, peserta bisa paham, karena yang mereka inginkan adalah ilmunya, bukan tuntasnya pertemuan.” sambung Andi Mawaddah Hamzah yang hingga Juni kemarin sudah meluluskan dua angkatan IELTS Preparation Program lewat Lembaga AZ.

Seorang peserta angkatan pertama Kelas IELTS, Mutia (alumni UNM Makassar) menilai AZ berperan meningkatkan pengetahuannya tentang IELTS. “tutor-tutor di AZ bagus cara menyampaikan pelajarannya, saya bisa mengerti dengan baik” tuturnya.

Sejalan dengan IELTS, materi-materi TOEFL disampaikan secara bertingkat. Mulai dari TOEFL Foundation 1 yang dihabiskan selama 1 bulan, dan menyusul TOEFL Foundation 2 pada bulan berikutnya. Setelah dua bulan proses, barulah peserta bisa mengambil tahap TOEFL Advancement juga sebulan penuh. Meski begitu, setiap program, level IELTS dan TOEFL, bisa diambil tegantung level calon peserta. Hal itu jika mereka memenuhi kriteria dalam placement test, sebuah tes yang mendiagnosa level awal kemampuan Bahasa Inggris.

Apakah itu IELTS Band 7 ke atas nilai TOEFL 550, tidak ada yang tidak mungkin. Justru apa yang tidak dimulai, yakinlah, itu tidak akan terjadi. Dalam bukunya “The Geography of Genius”, Eric Weiner mengutip rahasia kesuksesan banyak orang-orang hebat. Bahwa ternyata, “pada awalnya memang selalu kelihatan mustahil, tapi begitu kita mulai bekerja, semua kemungkinan dan kesempatan akan muncul dengan sendirinya.” Konon, Einstein berkomentar seperti ini setelah menemukan teori Relativitas Kuantum“saya tidak akan menyebutnya riset, jika tahu hasilnya nanti akan seperti apa”. Nah, pastinya, kita tidak akan tahu hasilnya seperti apa. Mulailah belajar.

Saya sudah berkunjung langsung ke tempat ini beberapa kali. Kesannya cukup lapang dan mewah dengan ruang kelas yang tersebar di lantai dua. Silahkan datang dan tanya-tanya sendiri seperti apa program yang ditawarkan.

Oya, saya sudah bilang belum di sini program gratis Islamic Class yang keren tiap pekannya? Ada Kajian Islam, juga Tahsinul Qira’ah yang mau melancarkan bacaan Al’Qur’an nya. Yuk, kunjungi AZ.

AZ International Islamic Institute
Makes Everything Easy
Jl. Jipang Raya, Ruko Mustika Megasari, A2 No. 7
0811-4444-031
0853-4252-1921 (WhatsApp Only)

 

Advertisements

One thought on “Butuh IELTS atau TOEFL? AZ Institute Pilihan Terbaik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s