Rahmiana Rahman: Bertumbuh dengan Berbagi

”sejak awal, kami percaya kekuatan ada pada (masyarakat) lokal. Kami selalu titipkan pesan pada fasilitator untuk datang memfasilitasi, bukan menggurui” Pagi menunjukkan belum pukul tujuh hari Minggu (8/4) pekan kemarin. Tapi rumah di bilangan Perintis Kemerdekaan ini sudah sibuk sejak tadi. Empat fasilitator dan dua relawan sudah memenuhi ruang tamu. Kehadiran mereka mendesakkan barang-barang yang … More Rahmiana Rahman: Bertumbuh dengan Berbagi

Pilih Raisa atau Marx?

Ukuran jaman sekarang, pertanyaan itu tergolong bodoh. Rasa-rasanya tanpa riset mendalam dan menyeluruh se-Indonesia, hampir semua orang bakal memilih Raisa. Wajah jelitanya berada di level atas. Duh, bikin pangling. Tidak kalah penting, lantunan tembang-tembang cintanya syahdu aduhai. Lirik-liriknya siap melenakan segenap jiwa raga. Sementara (Karl) Marx? apa untungnya memilih dia? Jika foto mereka disandingkan, maka … More Pilih Raisa atau Marx?

The Floating School: Berlayar untuk Belajar

Dari Makassar, para fasilitator, dan beberapa relawan bergerak menuju Kabupaten Pangkep. Pukul tujuh lewat, kami berangkat dalam satu mobil yang berisi penuh. Sejam tiga puluh menit kira-kira kami sampai di Pangkep kota. Pagi itu, kami mampir di samping patung khas “Ikan Bandeng dan Udang”, tepat di samping sungai yang mengalir ke laut. Singgah mengisi lambung … More The Floating School: Berlayar untuk Belajar

Wawancara: Menjalin Informasi bagi Narasi

Wawancara itu seni mengobrol asyik bin serius demi mendapatkan informasi. Strategi mengulik data dan fakta dari seorang sarjana lulusan Amerika tentu beda dengan residivis ahlul penjara. Wawancara merupakan ngobrol yang bertujuan. Tujuan penulis mewawancara setidaknya ada dua: mendapatkan data mengenai objek, dan membangkitkan suasana humanis dalam tulisan. Ingat, pewawancara-lah yang punya tujuan, bukan narasumber. Sudah … More Wawancara: Menjalin Informasi bagi Narasi

Terima Kasih yang Hilang dan 14 Tulisan Lainnya (Review)

Ternyata menulis deskripsi itu butuh usaha panjang, kadang membingungkan, dan melelahkan. Sebelum kelas di mulai, saya sudah mengalami mental block tidak akan berhasil. Namun, saya berkeras dalam hati bahwa saya harus mulai. Jujur, saya tidak terbiasa menulis dan menjelaskan objek ke dalam deskripsi. Hanya di beberapa postingan bulan-bulan terakhir dilandasi semangat trial and error. Selama … More Terima Kasih yang Hilang dan 14 Tulisan Lainnya (Review)

Membuat Tulisan Hidup? Observasi dan Deskripsikan

Pertemuan kali ini akan mengupas tentang penulisan deskriptif. Di awal, kami membaca tulisan Mati Untuk Pengingat Mati dari Ruris Hastiani. Tulisan ini didaulat sebagai tulisan deskripsi Kelas Menulis Kepo ketika masih berjalan di angkatan satu. Bagi saya yang tidak terbiasa menggunakan deskripsi suasana dalam tulisan, karya ini memikat sejak pertama kali saya baca. Pertama, kisah … More Membuat Tulisan Hidup? Observasi dan Deskripsikan