‘Perutku Yang Teraniaya’ – Membaca Knut Hamsun

Jika Anda merasa tergerak untuk menulis, mulailah membaca ‘Lapar’ -Knut Hamsun. Sangat layak jadi bacaan yang akan melambungkan keinginan itu.  Knut Hamsun merupakan salah satu penulis cemerlang yang dimiliki Norwegia bahkan Eropa. Akan tetapi pengalaman kepengarangannya bukan jalan mudah. Lika-liku karir menulisnya seringkali tidak membawa Hamsun ke puncak gelimang ekonomi, bahkan berakhir bangkrut. ‘Lapar’ (1890) … More ‘Perutku Yang Teraniaya’ – Membaca Knut Hamsun

Kikigaki: Literasi Aktif untuk Menjaga Alam dan Tradisi

“Meijin saya keren” Finna Kegiatan wawancaranya dengan narasumber berusia senior atau meijin meninggalkan kesan begitu mendalam. Finna yang merupakan pelajar SMA Kornita-IPB spontan bangga mengucapkan itu ketika menyajikan tulisannya di forum seminar Kikigaki 2013. Finna menemukan paradoks. Meskipun penghasilan sang meijin minim dan tinggal sebatang kara, namun sikap hidup berkata sebaliknya. Justru kondisi itu membuat … More Kikigaki: Literasi Aktif untuk Menjaga Alam dan Tradisi

Petualangan di Umur 101 Tahun

carousell.ph Cerita ini merupakan kelanjutan kisah yang cukup sukses dari The 100-Year-Old-Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared (2009), oleh penulis Swedia, Jonas Jonasson. Singkat cerita, tokoh utama kekonyolan ini bermula dari seorang centenarian sebatang kara. Namanya Allan Karlsson. Hidupnya sangat santai tapi. Dulu, ia pakar kimia nuklir. Pengetahuan atomiknya ia peroleh belajar … More Petualangan di Umur 101 Tahun

Mereka Bodoh, Tapi Gembira*

“Ada orang-orang yang memang dilahirkan ke muka bumi ini untuk termangu-mangu memikirkan hidup yang sulit. Sepanjang hari mereka membanting tulang, bersimbah keringat, terbirit-birit mencari nafkah, utang di mana-mana, masalah tak perai-perai, keperluan tak terlerai. Mereka adalah sepuluh sekawan itu” | Andrea Hirata Sesungguhnya, ‘Orang-Orang Biasa’ menyisakan selubung pertanyaan filosofis. Tapi dibiarkannya kita terpingkal-pingkal dalam pusaran … More Mereka Bodoh, Tapi Gembira*

Ketika Kampung ‘dipaksa’ Meniru Kota

Seringkali desa dilihat dari sudut pandang ketimpangan. Posisi alienasi yang musti dimodernisasi dengan standar ‘kota’. Sementara banyak dari kita belum pernah merasakan denyut ketika desa bekerja. Menyaksikan kehidupan antar warga dan interaksi mereka dengan alam. Justru sebaliknya, modernitas menggerus tatanan kedua sendi itu perlahan. Sejumlah catatan Nurhady Sirimorok ini seperti memberi bukti. Juga terpenting menawarkan … More Ketika Kampung ‘dipaksa’ Meniru Kota

Sroedji, Soebandi, Monginsidi: Keping Perjuangan yang Terserak

Sroedji, permulaan 1949, usianya ke-34 tahun baru lewat beberapa hari. Namun ia sudah jadi komandan pasukan Badan Keamanan Rakyat (cikal bakal TNI) yang disegani Belanda. Tapi itu juga salah satu dari hari-hari panjang 1945 sampai 1949. Di mana pemerintah kolonial kukuh Indonesia harus kembali takluk. Keinginan menguasai masih kuat bercokol. Semenjak itu, di Jember, Sroedji … More Sroedji, Soebandi, Monginsidi: Keping Perjuangan yang Terserak

Menguatkan Karakter dengan Budaya Bahari

Kekerasan dan anomali karakter dalam dunia pendidikan belakangan semakin sering terkuak. Meninggalkan ceruk besar bahwa ada yang ‘terlupa’ dalam pola pendidikan karakter di sekolah. Muatannya minim konten yang berakar kuat dari sejarah kebudayaan bangsa. Sebutan Indonesia bangsa maritim, unggul pengetahuan dan gemar gotong royong semakin kabur tertutupi kuasa budaya kontemporer.   Reformasi Minus Basis Kebudayaan Reformasi … More Menguatkan Karakter dengan Budaya Bahari